Lomba Kampung Nusantara Jadi Penggerak Gotong Royong dan Kepedulian Lingkungan di Kabupaten Tegal

Irwan Jaelani Kurniawan
By -

 Slawiraya ( Slawi ) 

Pemerintah Kabupaten Tegal mengapresiasi pelaksanaan Lomba Kampung Nusantara yang digelar Kodim 0712/Tegal dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Puncak kegiatan ditandai dengan senam bersama sekaligus penyerahan penghargaan kepada para pemenang di Makodim 0712/Tegal, Rabu (9/9/2026).

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan antarkampung, tetapi juga mampu mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap kebersihan dan kondisi lingkungan di wilayah masing-masing. 

Baca Juga : https://www.slawiraya.com/2026/09/seberapa-puas-masyarakat-terhadap.html

Pada penyelenggaraan tahun ini, RT 04/RW 03 Desa Jatinagara, Kecamatan Jatinagara, berhasil meraih peringkat pertama. Posisi kedua ditempati RT 04/RW 05 Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, sementara peringkat ketiga diraih RT 22/RW 02 Kelurahan Slawi Wetan, Kecamatan Slawi. Selain tiga besar, panitia juga memberikan penghargaan dalam 19 kategori lainnya.

Ischak mengatakan, Lomba Kampung Nusantara dapat menjadi pemicu bagi masyarakat, pemerintah desa, dan kelurahan untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan kreativitas dan kekompakan warga.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tegal, kami mengucapkan terima kasih dan sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Semoga menjadi pemacu dan motivasi bagi desa-desa dan kampung-kampung Nusantara yang ada di Kabupaten Tegal untuk semakin bergotong royong, menjaga kebersihan, dan menciptakan suasana yang nyaman,” ujarnya.

Menurut Ischak, semangat menjaga kebersihan lingkungan bukan sesuatu yang baru bagi masyarakat Kabupaten Tegal. Hal itu, kata dia, tercermin dari pengalaman daerah tersebut dalam menjaga kebersihan hingga pernah memperoleh penghargaan Adipura.

Selain aspek lingkungan, Bupati juga menyoroti keterlibatan pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut. Beragam produk lokal, mulai dari pizza, jamu, es krim hingga tempe ireng, turut hadir dan menjadi bagian dari kegiatan.

Keterlibatan UMKM dinilai memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat sekaligus memperlihatkan adanya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal.

Sementara itu, Komandan Kodim 0712/Tegal Letkol Inf Rachmat Ferdiantono menegaskan bahwa Lomba Kampung Nusantara memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar menentukan kampung terbaik.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk merawat nilai-nilai Pancasila, memperkuat budaya gotong royong, menjaga kerukunan, serta mempertahankan semangat kebinekaan di tengah masyarakat.

Hal tersebut tercermin dalam sejumlah aspek penilaian lomba, antara lain penataan lingkungan, kebersihan, keberadaan pos ronda, penguatan sistem keamanan lingkungan atau siskamling, hingga kerukunan antarwarga.

“Ketahanan sebuah negara pada dasarnya bermula dari ketahanan dan kepedulian di tingkat akar rumput, yaitu desa dan kelurahan,” ujar Rachmat.

Ia juga menyampaikan selamat kepada seluruh pemenang dan berharap keberhasilan mereka dapat menjadi contoh sekaligus inspirasi bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Tegal.

Baca Juga : https://www.slawiraya.com/2026/08/ketika-ketua-kwarcab-adalah-istri.html

Puncak Lomba Kampung Nusantara tersebut turut dihadiri jajaran TNI, pemerintah daerah, kepolisian, kejaksaan, Persit, para kepala desa dan lurah, dewan juri dan panitia, tokoh masyarakat, warga peserta lomba, serta para pelaku UMKM dari Kabupaten dan Kota Tegal.

Bupati Ischak berharap semangat yang muncul melalui Lomba Kampung Nusantara tidak berhenti setelah penyerahan hadiah. Menurutnya, kebersihan lingkungan, kreativitas warga, keamanan, kerukunan, dan gotong royong harus terus dipelihara hingga menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Tegal. (*** ) 

Tags: